Kamis, 29 Oktober 2015

KOMPONEN SIG

TUGAS I
KOMPONEN SIG

Sistem Informasi Geografis merupakan sistem berbasis komputer yang didesain untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan menampilkan informasi spasial (keruangan). Yakni informasi yang mempunyai hubungan geometric dalam arti bahwa informasi tersebut dapat dihitung, diukur, dan disajikan dalam sistem koordinat, dengan data berupa data digital yang terdiri dari data posisi (data spasial) dan data semantiknya (data atribut).
SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis suatu obyek dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting, dan memerlukan analisis yang kritis. Penanganan dan analisis data berdasarkan lokasi geografis merupakan kunci utama SIG. Oleh karena itu data yang digunakan dan dianalisa dalam suatu SIG berbentuk data peta (spasial) yang terhubung langsung dengan data tabular yang mendefinisikan bentuk geometri data spasial. Misalnya apabila kita membuat suatu theme atau layer tertentu, maka secara otomatis layer tersebut akan memiliki data tabular yang berisi informasi tentang bentuk datanya (point, line atau polygon) yang berada dalam layer tersebut .
SIG juga merupakan sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan dan analisis statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas serta berbagai keuntungan yang mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui gambar gambar petanya. Kemampuan tersebut membuat SIG berbeda dengan system informasi pada umumnya. Dengan SIG kita mampu melakukan lebih banyak dibanding hanya dengan menampilkan data semata-mata. SIG menggabungkan semua kemampuan, baik yang hanya berupa sekedar tampil saja, sistem informasi yang tersaji secara thematis, dan sistem pemetaan yang berdasarkan susunan dan jaringan lalu-lintas jalan, bersamaan dengan kemampuan untuk menganalisa lokasi geografis dan informasi-informasi tertentu yang terkait terhadap lokasi yang bersangkutan. Dan jangan lupa, SIG adalah sebuah aplikasi dinamis yang akan terus berkembang. Peta yang dibuat pada aplikasi ini tidak hanya akan berhenti dan terbatas untuk keperluan saat dibuatnya saja.
Peremajaan terhadap informasi yang terkait pada peta tersebut dapat dilakukan dengan mudah, dan secara otomatis peta tersebut akan segera menunjukkan akan adanya perubahan informasi tadi. Semuanya itu dapat dikerjakan dalam waktu singkat, tanpa perlu belajar secara khusus. SIG sangat memungkinkan untuk membuat tampilan peta, menggunakannya untuk keperluan presentasi dengan menunjuk dan meng-kliknya, serta untuk menggambarkan dan menganalisis informasi dengan cara pandang baru, mengungkap semua keterkaitan yang selama ini tersembunyi, pola, beserta kecenderungannya.

A.       KOMPONEN SIG
Secara umum, SIG bekerja berdasarkan integrasi beberapa komponen, yaitu: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data dan pengguna (sumber daya manusia) serta ditambah dengan satu komponen lainnya yaitu metode. Kelima komponen tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.         Perangkat keras (hardware)
Sistem Informasi Geografis memerlukan spesifikasi komponen hardware yang sedikit lebih tinggi dibanding spesifikasi komponen sistem informasi lainnya. Hal tersebut disebabkan karena data-data yang digunakan dalam SIG, penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan processor yang cepat. Beberapa Hardware yang sering digunakan dalam Sistem Informasi Geografis adalah: Personal Computer (PC), Mouse, Digitizer, Printer, Plotter, dan Scanner.
Perangkat keras SIG dapat dibedakan  ke dalam 3 (tiga) fungsi, antara lain :
a.         Perangkat keras untuk input data, merupakan perangkat keras yang digunakan untuk memasukkan data sebelum dilakukan pengolahan data, perangkat tersebut antara lain: mouse, digitizer, scanner, CD/DVD ROM.
b.        Perangkat pengolah data, merupakan perangkat yang mempunyai berbagai macam fungsi pemrosesan/pengolahan data  antara lain : menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, serta menganalisa data spasial. Perangakt pengolah data antara lain : harddisk, processor, RAM, VGA Card.
c.         Perangkat keras untuk output data, merupakan perangkat keras yang digunakan untuk menampilkan data hasil pengolahan data, perangkat tersebut antara lain : plotter, printer, layar monitor.

2.         Perangkat lunak (software)
Perangkat lunak aplikasi SIG sering digunakan untuk menjalankan tugas-tugas SIG. Perangkat lunak ini tersedia dalam bentuk paket-paket perangkat lunak yang masing-masing terdiri dari multiprogram yang terintegrasi untuk mendukung kemampuan-kemampuan khusus untuk pemetaan, manajemen dan analisis data geografi. Perangkat lunak yang dikembangkan untuk SIG secara konseptual terdiri dari dua bagian : paket inti (core) yang digunakan untuk pemetaan dasar dan manajemen data, dan paket-paket aplikasi yang terintegrasi dengan paket inti untuk menjalankan pemetaan khusus dan aplikasi analisis pemrograman.
Perangkat lunak untuk SIG pada prinsipnya meliputi fungsi : input data, penyusunan database, transformasi, tampilan, dan pelaporan. Empat fungsi operasi yang seharusnya dapat dilakukan oleh suatu software SIG, yaitu:
a.         Memasukan (input) dan pra-pengolahan data
Meliputi beberapa operasi, antara lain : Digitasi, editing, pembuatan topologi, sistem proyeksi, konversi format data, pelabelan, dan pemberian atribut.
b.        Manajemen database dan query
Operasi yang dilakukan, antara lain : Pengarsipan data, pencarian (query), transfer data, pemodelan database (relasi, obyek oriented, network modeling)
c.         Pengukuran dan analisa spasial
Meliputi operasi pengukuran, pembuatan buffer zone, overlay, clip, intersect, thematic map, dll
d.        Output dan visualisasi
Beberapa operasi antara lain transformasi skala, printing, layout, 3D, dll

3.         Data SIG
Data SIG atau disebut data geospasial, dibedakan menjadi data grafis (geometris) dan data atribut (data keterangan mengenai objek).
a.         Komponen grafis (geometris)
Terdiri dari data-data yang menggambarkan suatu fitur atau penampakan yang ada di permukaan bumi, misalnya : jalan, sungai, peruntukan lahan, gedung, dan sebagainya. Komponen grafis dapat berupa : titik (point), garis (line) dan area/luasan (polygon) dalam format vektor maupun raster, yang melambangkan topologi geometris (ukuran, bentuk, posisi dan orientasi) suatu obyek atau fitur yang digambarkan. Pada dasarnya, seperti penjelasan diatas, SIG bekerja dengan 2 (dua) format data geografis, yaitu:
1)        Format data vektor
Dalam model data vector, informasi posisi point, garis, dan polygon disimpan dalam bentuk koordinat x,y. Bentuk garis, seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai kumpulan daru koordinat-koordinat point. Bentuk polygon, seperti daerah penjualan disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup.
2)        Format data raster
Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Foto digital seperti areal fotografi atau foto satelit merupakan bagian dari data raster pada peta. Raster mewakili data grid continue. Nilainya menggunakan gambar berwarna seperti fotografi, yang di tampilkan dengan level merah, hijau, dan biru pada sel. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut sebagai pixel (picture element)
b.        Data Atribut
Data atribut adalah data yang menggambarkan karakteristik suatu fitur pada permukaan bumi dalam bentuk kuantitatif atau kualitatif. Data atribut biasanya disajikan dalam bentuk data tabular. (Indarto, 2013: 5)
Data-data SIG dapat diperoleh dari beberapa sumber, antara lain:
a.         Peta
Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.
b.        Remote Sensing (Penginderaan Jauh)
Remote Sensing adalah suatu teknologi untuk memperoleh data atau informasi tentang suatu obyek tanpa harus melakukan kontak langsung dengan yang obyek yang dimaksud.
c.         Atribut Sosial Ekonomi
Sumber data sosial ekonomi dapat diperoleh dari terbitan resmi maupun catat oleh badan resmi pemerintahan maupun swasta, yang meliputi sumber data sensus, survey atau sampel, registrasi.
d.        Atribut Sumber Daya Alam
Sumber data pada atribut sumber data alam dapat diperoleh dari tanah, geologi, vegetasi, dan penggunaan tanah.
e.         Sistem Manajemen Data Dasar
Sumber data pada sistem manajemen data dasar diperoleh dari menggabungkan data grafik dan data statistik dalam Sistem Informasi Geografi (SIG). Sistem manajemen data dasar digunakan untuk menyimpan data atribut maupun data grafis.

4.         Pengguna (Sumber Daya Manusia)
Pada prinsipnya hampir semua bidang kehidupan membutuhkan dukungan SIG untuk membantu menyelesaikan permasalahan. Pengguna (user) akan menentukan informasi apa yang dibutuhkan dari suatu SIG. menentukan standar yang dibutuhkan. Memilih cara memperbaharui data yang paling efisien dan menganalisa output SIG dan merencanakan implementasi ke suatu permasalahan. Dengan kata lain komponen pengguna memegang peranan yang sangat menentukan, karena tanpa pengguna maka sistem tersebut tidak dapat diaplikasikan dengan baik. Jadi manusia menjadi komponen yang mengendalikan suatu sistem sehingga menghasilkan suatu analisa yang dibutuhkan.
Suatu proyek SIG akan berhasil jika dilakukan dengan manajemen yang baik. Oleh karena itu, SIG harus dikerjakan oleh orang-orang yang tepat, yang memiliki keahlian dalam bidang SIG sesuai dengan tingkatannya. Manusia sebagai pengguna SIG memiliki tingkatan kemampuan yang berbeda-beda. Mulai dari tingkat spesialis yang mendesain dan memelihara sistem hingga pengguna SIG. Namun, secara umum orang-orang yang terlibat dalam SIG dibedakan menjadi tiga, yaitu staf operasional yang meliputi pengguna akhir, staf profesional teknik yang meliputi atialis dan programer, serta manajer yang bertanggung jawab atas SIG secara keseluruhan

5.         Metode
Sebuah SIG yang baik adalah apabila  didukung dengan metode perencanaan desain sistem yang baik dan sesuai dengan business rulesorganisasi yang menggunakan SIG tersebut. Selain itu juga harus memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, dimana metode, model dan implementasi akan berbeda untuk setiap permasalahan.

B.       DISIPLIN ILMU DAN PEMANFAATAN SIG
SIG merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu yang terdiri dari : Geografi, Kartografi, Penginderaan jauh, Fotogrametri, Ilmu ukur tanah, Geodesi, Statistic, Riset operasional, Matematika, Teknik sipil, dan Perencanaan kota (Indarto, 2013: 32). SIG menjadi satu disiplin ilmu yang berkembang pesat saat ini ditengah pesatnya teknologi pemetaan. Sekarang ini, SIG menjadi disiplin ilmu yang mandiri dengan nama, antara lain : “Geomatica, Geoinformatics, Geospatial Information Science” yang telah digunakan pada departemen pemerintahan dan universitas.
Pemanfaatan SIG menjadi bagian penting dan mampu memberikan analisis serta kesimpulan yang bisa diandalkan. Berikut ini beberapa kemampuan SIG:
1.      Mencari dan menunjukkan lokasi suatu objek tertentu beserta keterangan lainnya.
2.      Mencari atau menentukan lokasi yang memenuhi kriteria untuk mendirikan suatu kawasan permukiman, perkantoran, pusat pemerintahan, pusat perdagangan, dan usaha ekonomi lainnya.
3.      Menyajikan kecenderungan perubahan atau perkembangan dari suatu fenomena, misalnya perubahan luas permukiman, perkembangan kepadatan penduduk.
4.      Menganalisis pola dari suatu fenomena tertentu, misalnya pola sebaran penyakit.
5.      Membuat model-model untuk keperluan evaluasi kesesuaian lahan, peruntukan lahan, konservasi DAS, penanggulangan bahaya banjir, dan model-model lain.


by : Shelvi Indriani Manurung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar